Ada banyak pilihan makanan di sekitar kita. Mau pilih makanan apa saja, dari berbagai propinsi sampai dari berbagai negara bisa dibeli, tentu saja bagi kamu yang memiliki kelebihan uang. Sedangkan bagi yang tak punya uang lebih cukuplah bersyukur dengan makanan lokal yang ada, karena bagaimanapun masih banyak orang yang tak bisa menikmati makanan seperti kamu. Apalagi makanan lokal yang ada tak kalah hebat kandungan gizinya dibanding makanan dari negri yang jauh. Sebagaimana busana yang berulang kali mengalami perkembangan dan mengenal mode-mode terbaru, demikian pula makanan. Ada banyak daftar makanan-makanan baru yang belum kita kenal beberapa tahun yang lalu, namun sekarang sudah banyak bertebaran. Begitu pula ada makanan yang disuguhkan oleh pemain bisnis makanan yang sudah lama. Bisnis makanan boleh jadi sangat menjanjikan sehingga dilirik oleh para bisnisman. Urusan perut memang sesuatu yang penting, sehingga Islam mengajak orang-orang yang berpunya untuk memikirkan nasib perut orang-orang miskin. Namun kini, kadang orang makan tak sekadar ingin mengisi perut, namun ada gengsi yang mulai dimanjakan. Karena gengsi, wah, atau ‘ngetren’ dipaksakan untuk berdampingan dengan makanan yang mengganjal di perut. Makanan ala barat yang tak mesti sehat pun dipaksa menjadi sebuah trend hebat di sebagian kalangan. Remaja tentu saja salah satu konsumennya. Mengonsumsi makanan-makanan import, barat atau timur apakah terlarang? Bagaimana menyikapi trend memakan makanan seperti itu di sebagian remaja? Baca seutuhnya di elfata edisi kali ini.



Banyak makanan “aneh aneh ” , penyakitpun aneh aneh…ha..ha..ha…